Portalikn.id, Samarinda — Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengingatkan masyarakat bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk konflik fisik atau penggunaan senjata. Di tengah derasnya arus informasi digital, penyebaran berita bohong atau hoaks dinilai menjadi salah satu tantangan serius yang dapat memecah persatuan masyarakat.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat setiap orang memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi dengan cepat. Namun, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Hoaks, kata dia, dapat memicu kesalahpahaman, memperbesar perbedaan, bahkan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terlebih informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Ancaman persatuan sekarang bukan lagi hanya soal senjata, tetapi juga informasi yang tidak benar. Hoaks bisa memecah masyarakat kalau tidak disikapi dengan bijak,” demikian pesan Wali Kota Samarinda dalam kesempatan tersebut.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat budaya literasi digital, termasuk membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum meneruskan sebuah informasi. Pemerintah, masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga kalangan pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital tetap sehat.
Menurutnya, menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat. Perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan.
Di tengah momentum menjaga persatuan bangsa, Wali Kota Samarinda berharap masyarakat dapat semakin cerdas menggunakan media sosial. Jangan sampai teknologi yang seharusnya mendekatkan masyarakat justru menjadi alat untuk menyebarkan kebencian dan memecah persatuan.(ar)

