Portalikn.id, Banggai — Sektor pertanian di daerah kembali menunjukkan geliat positif setelah sebuah problem klasik di tingkat akar rumput berhasil diurai dengan tuntas. Berkat tindak lanjut kilat yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero), para petani di Desa Tirta Sari, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kini dapat bernapas lega dan kembali mengakses pupuk bersubsidi dengan mudah untuk mengoptimalkan hasil panen mereka.
Penyelesaian cepat ini berawal dari sebuah momentum penting ketika salah seorang perwakilan petani asal Desa Tirta Sari mendatangi langsung Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam sebuah agenda seminar di daerah tersebut.
Di hadapan Menteri Pertanian, petani tersebut menyampaikan keluh kesah secara terbuka mengenai hambatan yang selama ini mereka hadapi di lapangan, khususnya terkait sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e- RDKK) serta kendala administratif karena belum terobosannya kepesertaan dalam kelompok tani (poktan) yang membuat mereka kesulitan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi. Menanggapi aduan langsung tersebut, instruksi dan koordinasi tingkat tinggi langsung diturunkan.
PT Pupuk Indonesia sebagai garda terdepan penyaluran pupuk bersubsidi bergerak cepat merespons arahan tersebut dengan menerjunkan tim ke lapangan. Langkah proaktif pun langsung dieksekusi melalui sosialisasi yang masif di tingkat desa mengenai tata cara pendaftaran kelompok tani, perbaikan data e-RDKK, hingga edukasi alur penebusan pupuk bersubsidi agar transparan dan tepat sasaran.
Berkat kolaborasi yang solid dan respons tanggap darurat ini, para petani di Desa Tirta Sari kini telah resmi terdaftar di dalam kelompok tani setempat. Hambatan birokrasi dan administrasi yang sempat menghimpit musim tanam mereka berhasil diselesaikan tanpa proses yang bertele-tele.
Dampak positif itu kemudian menghadirkan apresiasi dan dukungan yang terus berdatangan atas kinerja yang responsif dan komitmen luar biasa yang ditunjukkan oleh PT Pupuk Indonesia dalam
mengawal nasib petani ini, salah satunya dari Provinsi Kalimantan Timur.
Aktivis pemuda kalimantan timur, Syahril Saili, yang juga bagian dari Pemuda Inspirasi Nusantara (PIN) Korwil Kaltim, turut melontarkan pujian dan apresiasi terkait kecepatan birokrasi dalam merespons keluhan langsung dari petani yang menurutnya merupakan teladan ideal pelayanan publik di sektor agraria.
“Kejadian di Banggai adalah wujud nyata kepedulian yang layak mendapatkan apresiasi, itulah kenapa kami dari kaltim turut mengapresiasi langkah progresif yang ditunjukkan oleh PT Pupuk Indonesia dalam merespons persoalan petani di Desa Tirta Sari, Kecamatan Toili. Berawal dari aduan langsung kepada Menteri Pertanian hingga lahirnya solusi nyata di lapangan, hal ini membuktikan kehadiran negara dan BUMN yang responsif dalam mengawal
kesejahteraan petani serta memastikan rantai distribusi pupuk benar-benar tepat sasaran,” ujar Syahril, yang juga mantan Ketua BEM Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman Samarinda.
Dengan terselesaikannya persoalan pupuk ini, para petani di Desa Tirta Sari kini dapat mengaplikasikan pupuk pada tanaman mereka secara optimal. Keberhasilan penyelesaian masalah ini tidak hanya menyelamatkan musim tanam dan mendongkrak produktivitas pertanian lokal di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, melainkan juga menjadi kontribusi nyata dan strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional secara menyeluruh.
PT Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal ketat distribusi pupuk bersubsidi, memastikan ketersediaannya hingga ke tangan petani yang berhak, serta selalu proaktif mendengar dan menyelesaikan berbagai kendala di tingkat akar rumput demi kemajuan serta kemandirian pangan Indonesia.

