Portalikn.id, Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, S.Hut., M.E, menegaskan bahwa seluruh hasil reses dari anggota DPRD di 10 kabupaten/kota di Kaltim harus diakomodasi dan dikolaborasikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Pernyataan tersebut disampaikannya usai rapat paripurna penyampaian hasil reses, yang telah secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan.
“Hasil reses yang telah kami serahkan secara resmi dalam rapat paripurna harus disampaikan kepada pemerintah. Nantinya, pemerintah akan mengintegrasikan hasil ini ke dalam RKPD sebagai dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan daerah,” kata Hasanuddin, Selasa (5/8/2025).
Ia menjelaskan bahwa hasil reses tidak berhenti sampai pada dokumen RKPD saja, melainkan akan dibahas lebih lanjut dalam dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2025–2026. Selanjutnya, program-program hasil reses akan diterjemahkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKAS–SKPD).
“Kita punya 46 SKPD. Hasil reses itu akan dikolaborasikan di situ, dan kemudian menjadi bagian dari rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” jelasnya.
Meski begitu, Hasanuddin mengakui tidak semua aspirasi masyarakat dapat langsung diakomodasi karena keterbatasan anggaran dan penyesuaian program. Namun, ia menegaskan bahwa semua usulan tersebut tetap memiliki kedudukan penting dalam struktur perencanaan pembangunan daerah.
“Pokok-pokok pikiran (pokir) ini merupakan kebutuhan masyarakat yang dihimpun oleh anggota dewan dari seluruh daerah pemilihan. Jadi sifatnya wajib untuk masuk ke dalam RKPD dan harus dikolaborasikan dalam rencana pembangunan. Ini bukan sekadar masukan biasa,” tegas politisi Golkar itu.
Hasanuddin juga berharap agar pemerintah daerah terus membuka ruang dialog dan kolaborasi agar aspirasi masyarakat yang tertuang dalam pokir DPRD tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga terealisasi secara bertahap melalui program konkret. (Adv).

