Portalikn.id, Kutai Kartanegara – Di tengah hamparan rawa dan aliran sungai yang menjadi bagian dari lanskap pedalaman Kukar, ribuan warga di Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang masih bergantung pada satu jalur utama. Sayangnya, jalur vital itu kini rusak berat dan belum ada solusi nyata.
“Ini bukan sekadar soal jalan berlubang. Ini soal akses hidup warga,” tutur Salehuddin, anggota DPRD Kaltim, yang menyuarakan keresahan masyarakat, Rabu (2/7/2025).
Menurutnya, kondisi jalan yang menghubungkan kecamatan-kecamatan tersebut, serta menjadi rute alternatif bagi warga Kutai Barat menuju Tenggarong dan Samarinda, semakin memburuk. “Musim banjir akan datang. Kalau tak segera diperbaiki, jalur ini bisa lumpuh total,” katanya.
Rencana perbaikan sebenarnya sempat ada dari Pemerintah Provinsi Kaltim, namun terpaksa dibatalkan karena rasionalisasi anggaran. Kini, hanya ada Rp20 miliar dari APBD Kukar yang dialokasikan untuk perbaikan jumlah yang disebut Salehuddin jauh dari cukup.
“Medannya berat. Harus pakai sistem pile slab kalau mau bertahan lama. Rp20 miliar jelas tidak cukup,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan bahwa keterlambatan penanganan akan berdampak besar. “Harga sembako bisa melonjak, warga terisolasi. Kita bicara tentang hak dasar masyarakat pedalaman,” pungkasnya. (Adv).

