Portalikn.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, meminta pemerintah daerah agar segera mempercepat penanganan kasus stunting yang hingga kini belum menunjukkan penurunan signifikan.
Menurut Ananda, angka stunting di Kaltim masih bertahan di kisaran 23 persen, jauh dari target nasional. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat stunting berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Stunting di Kaltim tak turun-turun, masih di angka 23 persen. Itu sudah jadi salah satu prioritas kebijakan pusat juga. Setahu saya, pemerintah pusat sudah kirim banyak bantuan untuk penanganan stunting,” kata Ananda, Senin (4/8/2025).
Ia menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis dan pola asuh yang tidak tepat, yang harus ditangani sejak masa remaja putri, kehamilan, hingga masa pertumbuhan anak.
Peran aktif pemerintah daerah dan pusat sangat dibutuhkan dalam mengoptimalkan layanan kesehatan masyarakat, terutama melalui posyandu yang tersebar di berbagai desa.
“Peran pemerintah amat vital dalam penanganan stunting, termasuk juga mengoptimalkan posyandu di desa-desa. Jika dijalankan sesuai prosedur, tumbuh kembang anak dapat terawasi oleh penggiat Posyandu,” terangnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat maupun daerah telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan untuk memperkuat layanan posyandu, sebagai garda terdepan pelayanan gizi dan kesehatan ibu hamil dan balita.
“Posyandu adalah salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. Melalui Posyandu, kita bisa mendeteksi dini dan mengatasi masalah stunting yang masih menjadi tantangan di Kaltim,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.
Ananda juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, tidak hanya antara pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga melibatkan dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam upaya menekan angka stunting.
“Penanganan stunting ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga tentang masa depan. Kita penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN). Kita mesti menyiapkan SDM berkualitas yang mumpuni,” pungkasnya. (Adv).

