Portalikn.id, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Fadly, mengingatkan para kontraktor yang menjadi mitra kerja pemerintah agar menjaga profesionalisme dalam menjalankan proyek pembangunan. Peringatan ini disampaikan setelah ia menyoroti keterlambatan proyek pembangunan SMAN 7 Balikpapan yang menelan anggaran sebesar Rp8 miliar.
“Harapan saya, kontraktornya bekerja profesional. Kalau ingin mendapatkan pekerjaan, harus dimaksimalkan, jangan nafsu besar tenaga kurang,” ujar Fadly.
Ia menilai bahwa meskipun keterlambatan proyek merupakan hal yang bisa terjadi, tetap ada batas waktu yang harus dipatuhi. Menurutnya, toleransi waktu bukan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab kontraktor terhadap progres pekerjaan.
“Keterlambatan pekerjaan itu hal yang jamak dalam proyek, tapi tetap ada batasan yang harus diikuti. Jangan sampai dibiarkan,” tegasnya.
Fadly juga menyoroti masih banyak proyek, khususnya di sektor pendidikan, yang tidak berjalan sesuai kontrak. Kondisi ini menyebabkan banyak pembangunan sekolah tidak selesai tepat waktu, bahkan gagal rampung dalam tahun anggaran yang ditetapkan.
“Banyak tuh beberapa bangunan sekolah yang akhirnya tidak selesai dikerjakan dalam tahun anggaran tersebut. Ini kan uangnya jadi sia-sia, kembali lagi ke kas negara,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa profesionalisme kontraktor sangat penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Disiplin dalam pelaksanaan proyek, lanjut Fadly, menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan di daerah.
DPRD Kaltim berkomitmen terus mengawasi setiap pelaksanaan proyek agar tepat waktu, tepat mutu, dan sesuai dengan perencanaan. (Adv).

