Portalikn.id, Samarinda – Bagi Subandi, menjaga kehormatan parlemen bukan hanya soal aturan tertulis, tetapi juga soal sinergi antarlembaga yang sepakat menjaga nilai-nilai etik bersama. Dari sinilah lahir gagasan pembentukan Forum Koordinasi BK DPRD se-Kalimantan Timur.
“Ini bukan sekadar forum kumpul-kumpul, tapi wadah menyamakan persepsi soal kode etik, regulasi internal, dan tata tertib yang menjadi pilar kehormatan lembaga legislatif,” ujar Ketua BK DPRD Kaltim itu dengan serius, Selasa (1/7/2025).
Gagasan ini sebenarnya telah dicanangkan dua bulan lalu. Namun keterbatasan anggaran dan jadwal kelembagaan yang padat membuat pelaksanaannya harus ditunda. Subandi optimistis, forum ini bisa terlaksana pada akhir tahun.
Ia menilai kunjungan BK DPRD Kutai Timur ke Samarinda belum lama ini menjadi contoh pentingnya kolaborasi antardaerah. “Bukan hanya seremoni, kunjungan itu momentum menyatukan persepsi agar kehormatan dewan tetap terjaga,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, BK DPRD Kaltim juga akan mengesahkan revisi regulasi internal, khususnya terkait kedisiplinan kehadiran anggota. Menurutnya, ini bentuk penyegaran ringan dalam etika kelembagaan.
Meskipun belum mengantongi data lengkap efektivitas BK di seluruh kabupaten/kota, komunikasi telah terjalin dengan empat daerah. Subandi meyakini forum koordinasi adalah jawaban atas kebutuhan jejaring yang kuat dan terstruktur antarlembaga kehormatan di Kaltim.
“Ini mendesak. Kita perlu duduk bersama, bicara bukan soal kepentingan politik, tapi soal integritas lembaga,” tutupnya. (Adv).

