Portalikn.id, Samarinda – Dengan APBD hampir menyentuh angka Rp 5 triliun, Berau seolah kaya. Namun di balik angka itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten ini masih tertinggal jauh baru menyentuh angka Rp 300 miliar. Bagi Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah, ini adalah ironi yang harus segera diatasi.
“PAD kita belum sampai 10 persen dari total APBD. Padahal Berau punya potensi besar. Jangan sampai potensi ini terus dibiarkan tidur,” tegasnya, Sabtu (5/7/2025).
Syarifatul menyadari bahwa untuk memecahkan masalah ini tidak cukup hanya dengan bicara angka. Dibutuhkan strategi menyeluruh, dimulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM) hingga transformasi arah pembangunan ekonomi.
Menurutnya, sektor pariwisata, industri, hingga kekayaan sumber daya alam di Berau sebetulnya bisa menjadi motor penggerak PAD, jika dikelola secara maksimal. Namun sayangnya, banyak potensi yang belum tergarap.
“Bapenda jangan hanya pasif. Tren kebutuhan fiskal kita akan terus meningkat ke depan, terutama menuju 2026 sampai 2030. Kalau tidak kita siapkan dari sekarang, akan berat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar Perusahaan Daerah (Perusda) diberi peran lebih strategis. Bukan hanya sebagai pelengkap struktur ekonomi, tetapi sebagai aktor utama yang bisa menyumbang pemasukan secara langsung.
“Perusda bisa jadi tulang punggung PAD, asal dikelola dengan transparan dan profesional. Kita harus ubah pola pikir dari hanya bergantung ke pusat, menjadi daerah yang bisa berdiri sendiri,” tambahnya.
Bagi Syarifatul, kemandirian fiskal bukan sekadar impian, melainkan kebutuhan mendesak agar Berau bisa lebih lincah membangun tanpa selalu menunggu transfer dana dari pusat. Ia berharap langkah konkret segera diambil, sebelum peluang besar itu lewat begitu saja. (Adv).

