Portalikn.id, Samarinda – Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus menjadi ancaman serius di Kalimantan Timur. Letak geografis provinsi ini yang strategis, dengan akses jalur darat, laut, dan udara yang luas, menjadikannya rawan sebagai jalur peredaran narkoba.
Isu ini menjadi sorotan dalam rapat Forum Komunikasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (Forkom P4GN) yang digelar di Kantor Gubernur Kaltim baru-baru ini.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menanggulangi persoalan narkoba yang semakin kompleks.
“Sinergi antarinstansi mutlak diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah meluasnya peredaran narkotika, terutama di wilayah-wilayah rawan,” ujarnya, Selasa (17/6/2024).
DPRD Kaltim, lanjut Ananda, berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam pemberantasan narkoba. Salah satunya melalui optimalisasi anggaran dalam APBD serta penguatan program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba), yang bertujuan membangun lingkungan masyarakat yang sehat dan bebas dari pengaruh narkotika.
Ia juga menekankan bahwa upaya pemberantasan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendekatan hukum hingga peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan pencegahan dini di tingkat keluarga dan komunitas.
Rapat Forkom P4GN ini diharapkan mampu menghasilkan strategi yang lebih terintegrasi dan efektif dalam menghadapi tantangan besar peredaran narkotika di Bumi Etam. (Adv).

