Portalikn.id, Samarinda – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, meminta pemerintah daerah untuk memprioritaskan pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna membenahi infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil.
Menurut Hasanuddin, hingga saat ini masih banyak sekolah di Kaltim yang belum memenuhi kebutuhan dasar sarana dan prasarana. Kondisi ini dinilai menghambat proses belajar-mengajar serta pelaksanaan kurikulum yang ideal.
“Masih banyak sekolah yang kekurangan ruang belajar, laboratorium, bahkan pusat penelitian. Ini harus segera dibenahi,” ujar politisi yang akrab disapa Hamas itu, Senin (4/8/2025).
Tak hanya dari segi infrastruktur, Hasanuddin juga menyoroti rendahnya kemampuan tenaga pendidik di beberapa daerah dalam mengimplementasikan kurikulum yang berlaku. Menurutnya, hanya sebagian kecil kabupaten dan kota di Kaltim yang sudah bisa menerapkan kurikulum dengan baik.
“Kalau bicara implementasi kurikulum sebenarnya, hanya beberapa kabupaten/kota yang bisa melakukannya,” tambahnya.
Hasanuddin pun mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim agar lebih memperhatikan kondisi sekolah di daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh pembangunan. Ia mencontohkan adanya sekolah dengan jumlah guru yang sangat minim, bahkan masih menggunakan ruang kelas lesehan.
“Bahkan ada sekolah yang jumlah gurunya sedikit dan ruang kelasnya masih lesehan,” ungkapnya.
Ia menilai, APBD Kaltim saat ini cukup untuk mengatasi persoalan kemiskinan sekaligus memperkuat pembangunan infrastruktur pendidikan. Oleh karena itu, anggaran pendidikan harus menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Sudah menjadi tugas kita bersama untuk memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan demi generasi penerus bangsa,” pungkas Hasanuddin. (Adv).

