Portalikn.id, SAMARINDA – Ajang Kejuaraan Panahan Provinsi Kalimantan Timur 2025 resmi berakhir pada Minggu (25/6/2025) di GOR Kadrie Oening, Samarinda. Setelah enam hari berlangsung sejak pembukaan pada 17 Juni, turnamen ini menjadi panggung penting untuk menilai sejauh mana perkembangan olahraga panahan di berbagai wilayah di Kaltim.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengapresiasi lancarnya kegiatan ini yang melibatkan klub-klub panahan dari seluruh kabupaten dan kota.
Club Besar Masih Mendominasi, Tapi Daerah Mulai Berkembang Dalam persaingan medali, Black Bee Archery Club mencatat prestasi gemilang dengan menyabet 20 medali emas, menjadikannya juara umum tahun ini. Diikuti Olympus AR dari Balikpapan dengan 15 emas, dan Focus One, juga dari Balikpapan, di posisi ketiga.
Namun Rasman menekankan, lebih dari sekadar jumlah medali, kehadiran klub dari berbagai daerah seperti Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Kukar, dan Bontang memberi sinyal bahwa pembinaan atlet panahan mulai merata.
“Walaupun secara medali belum dominan, tapi ini kemajuan. Klub-klub dari daerah sudah mulai menunjukkan hasil pembinaan yang patut diapresiasi,” jelasnya.
Tantangan Pembinaan dan Harapan ke Depan
Rasman juga mencatat bahwa beberapa klub dari daerah berhasil membawa pulang empat hingga tujuh medali, sebuah pencapaian yang menurutnya mencerminkan adanya potensi yang mulai tumbuh di luar kota – kota besar.
Ia berharap momentum ini bisa menjadi pemantik semangat bagi daerah untuk memperkuat program pembinaan jangka panjang.
“Kita dorong terus agar semua kabupaten/kota bisa mencetak atlet berprestasi, tidak hanya bergantung pada Samarinda atau Balikpapan,” katanya.
Dengan evaluasi menyeluruh dan dorongan semangat untuk daerah-daerah lain, Dispora Kaltim yakin panahan akan menjadi salah satu cabang olahraga andalan di masa depan. Diharapkan pula kompetisi serupa terus digelar secara rutin agar perkembangan atlet tetap terukur dan kompetitif. (Adv).

