Portalikn.id, Samarinda – Kalimantan Timur dikenal sebagai provinsi dengan kekuatan ekonomi besar di Kalimantan. Tapi siapa sangka, di balik laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, ketimpangan kualitas SDM antarwilayah justru makin lebar.
Ketua Pansus LKPj DPRD Kaltim, Agus Suwandy, menyebut bahwa disparitas ini adalah salah satu hambatan utama bagi pembangunan yang benar-benar adil dan inklusif.
“Ekonomi tumbuh, tapi kesejahteraan tak otomatis mengikuti. Banyak daerah tertinggal, khususnya dari sisi pendidikan, layanan kesehatan, dan pendapatan masyarakat,” ujarnya, Rabu (2/7/2025).
Ia menyoroti bahwa meskipun IPM Kaltim tahun 2024 berada di posisi 78,79 persen (tertinggi ketiga di Indonesia), angka ini belum mencerminkan realitas di lapangan. Beberapa kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang memang unggul, namun daerah seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat masih berkutat dengan tantangan dasar pembangunan.
Tak hanya itu, angka pengangguran terbuka di Kaltim juga memprihatinkan 5,14 persen, tertinggi di antara provinsi-provinsi di Kalimantan.
“Ini aneh. Kita punya ekonomi besar, tapi tidak menyerap cukup tenaga kerja. Ada yang salah dalam kebijakan link and match antara sektor ekonomi dan tenaga kerja,” tambah Agus.
DPRD pun mendesak agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada angka makro ekonomi, tetapi mulai serius mengatasi kesenjangan SDM di tingkat lokal dan membuka lebih banyak lapangan kerja yang berkelanjutan. (Adv).

