Portalikn.id, Samarinda – Dalam dinamika penyusunan arah pembangunan Kalimantan Timur ke depan, Fraksi Partai Golkar DPRD Kaltim mengambil sikap tegas: pembangunan tidak boleh lagi mengabaikan keberlanjutan lingkungan. Seruan ini disampaikan dalam pandangan umum terhadap nota penjelasan Ranperda RPJMD 2025–2029.
Juru bicara Fraksi Golkar, Syarifatul Sya’diah, menggambarkan kondisi yang masih mengkhawatirkan: struktur ekonomi Kaltim yang terlalu bergantung pada sumber daya alam tak terbarukan, khususnya sektor pertambangan.
“Struktur ekonomi Kaltim hingga kini masih bertumpu pada aktivitas ekstraktif. Ini mempercepat kerusakan lingkungan yang dampaknya akan kita tanggung dalam jangka panjang,” ujarnya tegas.
Golkar tidak menolak pertumbuhan ekonomi. Tapi, menurut Syarifatul, pertumbuhan yang mengabaikan daya dukung lingkungan justru menjadi bumerang. Dalam jangka panjang, kerusakan lingkungan akan menurunkan kualitas hidup masyarakat Kaltim sendiri.
“Kami mendorong agar visi pembangunan lima tahun ke depan tidak hanya fokus pada angka-angka pertumbuhan, tetapi benar-benar mempertimbangkan keberlanjutan dan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang sempat menurun dari 75,25 pada 2020 ke 74,46 pada 2022 menjadi alarm bagi Golkar. Meskipun ada perbaikan menjadi 75,47 (2023) dan 76,63 (2024), Golkar menilai tren positif itu belum cukup.
“Ini bukan saatnya lengah. Kaltim butuh arah pembangunan yang lebih hijau, lebih adil, dan lebih berpihak pada masa depan generasi berikutnya,” tutup Syarifatul. (Adv).

