Portalikn.id, Samarinda – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, menegaskan pentingnya sinergitas yang kuat antara pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan pusat untuk mewujudkan target swasembada pangan dalam waktu enam bulan ke depan.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa pencapaian target tersebut memerlukan upaya bersama dan perencanaan matang.
“Target enam bulan ini adalah hasil kesepakatan dengan Menteri Pertanian. Karena itu, harus kita upayakan bersama. Namun, apabila di lapangan terjadi kendala seperti banjir atau faktor lain yang menghambat aktivitas pertanian, maka evaluasi bisa dilakukan kembali. Yang penting perencanaan harus matang,” ujar Sarkowi. (04/06/2025)
Menurutnya, distribusi target swasembada pangan harus dilakukan secara proporsional kepada masing-masing kabupaten dan kota di Kaltim. Hal ini dikarenakan Pemerintah Provinsi Kaltim tidak memiliki wilayah operasional langsung sehingga pelaksanaan program perlu dialihkan kepada pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota.
“Misalnya, Kutai Kartanegara berapa targetnya, Penajam Paser Utara berapa, Paser berapa, dan daerah lainnya seperti Samarinda juga berapa. Harus jelas distribusinya,” tambahnya.
Sarkowi juga menekankan bahwa keberhasilan program swasembada pangan bukan hanya tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kaltim saja, melainkan memerlukan sinergi dalam penganggaran antara APBD kabupaten/kota, APBD provinsi, dan APBN pusat. Selain itu, pengawasan yang ketat dan sistematis juga sangat dibutuhkan agar target dapat tercapai sesuai harapan.
“Saya yakin kalau koordinasi dilakukan dengan baik, dan yang paling penting ada sinergitas dalam penganggaran, maka target ini bisa tercapai. Kalau hanya Kaltim yang menganggarkan tentu berat, sementara program ini juga masuk dalam kinerja Kementerian Pertanian,” pungkas Sarkowi. (Adv).

