Portalikn.id, Samarinda – Ketika masyarakat mulai merasa pandemi telah berlalu, RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda justru menunjukkan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur. Dua pasien yang menjalani perawatan karena penyakit bawaan di rumah sakit tersebut, tiba-tiba menunjukkan hasil reaktif dari tes antigen COVID-19.
Temuan ini menjadi pengingat bahwa virus masih mengintai. Pihak rumah sakit tak tinggal diam. Mereka segera bertindak dengan mengirimkan sampel pasien ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Banjarbaru untuk pemeriksaan PCR, sebagai langkah validasi lebih lanjut.
Respons cepat ini pun menuai pujian dari Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Andi Satya Adi Saputra. Ia menyebut langkah yang diambil pihak RSUD AWS sebagai contoh nyata komitmen menjaga kesehatan publik di tengah euforia pascapandemi.
“Tes antigen memang hanya skrining awal. Jadi, keputusan untuk mengirimkan sampel ke laboratorium PCR adalah bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab,” ujar politisi Partai Golkar itu, Rabu (2/7/2025).
Andi juga mengingatkan bahwa konfirmasi melalui PCR bukan hanya soal memastikan apakah seseorang benar-benar terinfeksi, tapi juga bagian dari upaya mendeteksi kemungkinan munculnya varian baru COVID-19 yang bisa saja lolos dari radar jika pengawasan longgar.
“Kami di Komisi IV sepenuhnya mendukung upaya berbasis data dan bukti ilmiah. Ini penting agar kita tidak kecolongan dalam pengendalian penyebaran penyakit,” tegasnya. (Adv).

