Portalikn.id, Samarinda – Sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Sungai Musi di Sumatera Selatan tak hanya menjadi urat nadi transportasi dan ekonomi, tetapi juga simbol keberhasilan tata kelola sumber daya air oleh pemerintah daerah.
Hal inilah yang membuat Komisi II DPRD Kaltim tergerak untuk belajar dari pengalaman dua provinsi tersebut.
Muhammad Husni Fahruddin, anggota Komisi II DPRD Kaltim, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengupayakan desentralisasi pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) agar kewenangan bisa kembali dipegang daerah, bukan hanya pusat.
“Ini bagian dari penguatan otonomi fiskal. Kita ingin daerah bisa mandiri mengelola potensi alamnya, termasuk sungai, yang selama ini sangat strategis,” ujarnya, Rabu (2/7/2025).
Langkah konkret telah dilakukan dengan kunjungan ke Kalimantan Selatan untuk melihat langsung bagaimana Sungai Barito dikelola hingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD. Dalam waktu dekat, rombongan DPRD juga akan mengunjungi Sumatera Selatan, mengkaji sistem pengelolaan Sungai Musi di kawasan ikonik Jembatan Ampera.
“Dari dua sungai ini, kita ingin mengambil pelajaran. Apa yang bisa kita adaptasi, kita bawa pulang, dan kita terapkan di Kalimantan Timur,” imbuh Husni.
Langkah ini menjadi harapan baru agar pengelolaan DAS di Kaltim bisa lebih berdaya guna, mandiri, dan menjadi penopang pembangunan daerah, bukan hanya beban administratif belaka. (Adv).

