portalikn.id, Balikpapan – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Golkar, Yusuf Mustafa, menyoroti transparansi anggaran dalam program penanggulangan banjir yang menjadi masalah klasik di Kota Balikpapan.
Dalam rapat bersama pemerintah kota, Yusuf telah mempertanyakan besaran anggaran yang telah diserap untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Masalah banjir ini sudah menjadi persoalan klasik di Kota Balikpapan. Kami memberikan masukan, dan terus terang, saya melihat banyak terobosan dari Bapak Wali Kota. Wilayah yang dulunya selalu banjir, kini sudah tidak lagi. Saya sangat mengapresiasi hal itu,” ujar Yusuf.
Meski memberikan apresiasi, Yusuf tetap menegaskan pentingnya keterbukaan dalam penggunaan anggaran. Ia menyatakan kesiapannya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Balikpapan untuk membantu mencari solusi, termasuk dari sisi pembiayaan jika memang diperlukan.
“Saya ingin menanyakan, berapa besar anggaran yang sudah diserap oleh pemerintah kota untuk program penanggulangan banjir ini? Jika memang kurang, kami dari dapil Balikpapan siap membantu mencari jalan keluar dan mendukung pembiayaan agar progres program ini bisa terus berjalan,” ungkapnya.
Yusuf juga menyinggung posisi strategis Balikpapan dalam pemerintahan provinsi saat ini, mengingat Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud merupakan putra asli Balikpapan. Ia optimistis hal tersebut dapat menjadi peluang untuk mendapatkan dukungan lebih besar dari pemerintah provinsi.
“Gubernur Kaltim sekarang, Bapak Rudy Mas’ud, adalah orang Balikpapan. Saya kira tidak ada kendala. Kami dari dapil Balikpapan, yang berjumlah 10 orang di DPRD Kaltim, tentu ingin berbuat lebih banyak untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat Balikpapan,” pungkasnya. (Adv).

