Portalikn.id, Kutai Timur – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan, kembali melaksanakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-12 dengan mengangkat tema *Pasar dan Dunia Usaha.
Kegiatan ini digelar pada Minggu (14/12/2025) di Jalan APT Pranoto, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.
Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi, tidak hanya dalam aspek politik, tetapi juga melalui sektor ekonomi. Tema pasar dan dunia usaha dipilih karena dinilai memiliki keterkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Agusriansyah Ridwan menegaskan bahwa demokrasi tidak semata-mata dimaknai sebagai proses elektoral, melainkan juga harus dirasakan manfaatnya dalam kehidupan ekonomi masyarakat sehari-hari. Menurutnya, pasar yang adil dan dunia usaha yang berkembang menjadi fondasi penting bagi terciptanya iklim demokrasi yang sehat dan berkeadilan.
“Demokrasi yang kuat harus ditopang oleh ekonomi rakyat yang kuat. Pasar dan dunia usaha menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk berpartisipasi, berdaya, dan merasakan langsung hasil pembangunan,” ujar Agusriansyah.
Ia juga menekankan peran strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan regulasi yang mendukung iklim usaha yang sehat, memberikan perlindungan kepada pelaku usaha kecil dan menengah, serta mendorong tumbuhnya wirausaha lokal sebagai pilar penguatan ekonomi daerah.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang kompeten di bidangnya. Ulfa Jamilatul Farida, dosen sekaligus akademisi, memaparkan materi mengenai keterkaitan antara demokrasi, pasar, dan kebijakan publik. Ia menjelaskan bahwa pasar yang inklusif dan transparan merupakan salah satu indikator berjalannya demokrasi ekonomi di daerah.
Sementara itu, Gitta Prima Suhara, pengusaha di bidang kecantikan dan Food and Beverage (FnB), berbagi pengalaman praktis dalam membangun usaha di daerah. Ia mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha, sekaligus peluang yang dapat dimanfaatkan apabila terdapat dukungan kebijakan dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Diskusi yang dipandu oleh moderator Bella Putri Agustina berlangsung interaktif dan dinamis. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan, aktif mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai kondisi pasar, peluang usaha lokal, dan peran dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini, Agusriansyah Ridwan berharap masyarakat semakin memahami bahwa demokrasi tidak dapat dipisahkan dari aspek ekonomi. Dengan pasar yang sehat dan dunia usaha yang berdaya saing, diharapkan dapat tercipta masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah. (Adv

