Portalikn.id, Balikpapan – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sarkowi V Zahry, menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi masyarakat dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika dan tambang illegal.
Sarkowi menyoroti realita yang kerap terjadi di lapangan, di mana pelaku kejahatan seperti bandar narkoba maupun pelaku tambang ilegal justru mendapatkan perlindungan sosial dari masyarakat karena citra mereka yang baik.
“Faktanya di lapangan, ketika seseorang yang diduga oknum pengedar atau bandar memiliki reputasi sosial yang baik karena sering membantu warga, penegakan hukum menjadi sulit,” tegas Sarkowi, Selasa (5/8/2025).
Ia menambahkan, kondisi serupa juga terjadi pada aktivitas tambang ilegal. Meski merugikan lingkungan, para pelaku sering dianggap sebagai tokoh masyarakat karena kontribusi sosial mereka, seperti membangun masjid atau sarana umum lainnya.
“Bahkan, dukungan sosial mereka bisa melebihi perusahaan resmi yang seharusnya menunaikan kewajiban CSR. Kondisi ini memperumit pemberantasan tambang ilegal,” imbuh politisi Golkar itu.
Sarkowi menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga pada dukungan masyarakat. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap dampak negatif narkotika dan tambang ilegal harus terus ditingkatkan agar mereka tidak salah dalam menilai atau bahkan membela pelaku kejahatan hanya karena alasan kedekatan sosial.
“Tanpa pemahaman yang memadai, masyarakat kerap kali terjebak dalam persepsi keliru yang justru membela oknum pelaku kejahatan, hanya karena mereka dikenal dermawan atau aktif secara sosial di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Ia pun mendorong agar lembaga terkait terus mengintensifkan kegiatan edukasi publik, khususnya mengenai bahaya narkoba dan dampak buruk tambang ilegal.
“Salah satu syarat keberhasilan penegakan hukum adalah dukungan budaya dari masyarakat. Kalau masyarakat sadar, maka program-program penegakan hukum akan jauh lebih efektif dan berkelanjutan,” tutupnya. (Adv).

