Portalikn.id, Samarinda – Program pendidikan gratis GratisPol disambut antusias oleh masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Namun di balik euforia tersebut, DPRD Kalimantan Timur mengingatkan agar Pemerintah Provinsi tidak gegabah dalam perencanaan.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kesiapan anggaran program unggulan itu. Ia menegaskan bahwa keberhasilan GratisPol tak hanya bergantung pada niat baik, tapi juga pada perhitungan yang matang.
“Jika tidak dihitung dengan tepat, program ini bisa kehabisan napas di tengah jalan karena tidak mampu menampung lonjakan peserta,” katanya, Rabu (2/7/2025).
Yenni menilai potensi manfaat program sangat besar, namun justru karena itulah pemerintah harus berhati-hati. Ia memberi contoh, dari 100 penerima bantuan pendidikan bisa saja meningkat menjadi 300 dalam waktu singkat.
“Bukan DPRD tidak mendukung, kami sangat mendukung. Tapi kita juga harus realistis dan memikirkan keberlangsungan. Jangan sampai program ini jadi harapan palsu bagi masyarakat,” ujarnya.
Hingga kini, DPRD masih menunggu rincian perhitungan anggaran dari Pemprov Kaltim. Bagi Yenni, transparansi itu penting sebagai dasar evaluasi dan pengawasan.
“Ini program baik, kita semua menunggu. Tapi jangan sampai hanya karena keliru dalam menyusun anggaran, program yang ditujukan untuk masyarakat kecil ini gagal total,” tutupnya. (Adv).

