Portalikn.id, Balikpapan – Kekurangan guru di pedalaman Kalimantan Timur seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu kembali jadi sorotan. Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, menilai masalah ini terus berulang karena sistem rekrutmen masih mengandalkan guru dari luar daerah.
“Kalau dari luar, baru lima tahun kerja udah minta pindah. Gimana pendidikan di sana bisa maju kalau gurunya bolak-balik ganti?” kata Ekti, Selasa (1/7/2025).
Ia menyarankan agar pemerintah lebih mengutamakan rekrutmen tenaga pendidik dari putra-putri daerah. Menurutnya, mereka punya kedekatan emosional dan semangat membangun kampung halaman, sehingga lebih mungkin bertahan lama.
Politikus Partai Gerindra ini juga menyinggung soal kondisi dokter di pedalaman yang mengalami nasib serupa. Tanpa adanya fasilitas penunjang atau kesempatan pendapatan tambahan seperti praktik pribadi, tenaga medis pun enggan bertahan lama.
“Coba bayangkan, kalau di kota dokter bisa buka praktik. Di Mahakam Ulu? Nggak ada kesempatan kayak gitu. Makanya banyak yang nggak betah,” ucapnya.
Ekti berharap pemerintah daerah dan pusat menyusun kebijakan yang lebih realistis dan berpihak pada kebutuhan lokal. Rekrutmen lokal dan insentif khusus jadi dua hal yang menurutnya wajib diprioritaskan untuk menjawab tantangan di wilayah 3T. (Adv).

