Portalikn.id, Samarinda – Di tengah tantangan anggaran dan minimnya tenaga operasional, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam merawat dan mengoptimalkan penggunaan asrama atlet sebagai bagian dari fasilitas penunjang pembinaan olahraga daerah.
Kepala UPTD Pengelolaan Prasarana Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Junaidi, menyampaikan bahwa fasilitas asrama saat ini masih menjadi andalan utama dalam mendukung program pelatihan atlet. Meskipun belum memiliki fleksibilitas anggaran seperti Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pemanfaatan tetap diusahakan maksimal.
“Kami tahu ada keterbatasan, tapi fasilitas harus tetap jalan. Kami prioritaskan perawatan secara bertahap agar asrama tetap bisa dipakai untuk kegiatan pembinaan atlet,” ujar Junaidi.(30/06/2025)
Ia mengakui bahwa beberapa fasilitas di asrama mulai membutuhkan peremajaan, seperti kamar, kamar mandi, dan fasilitas sanitasi lainnya. Namun, pihaknya terus melakukan penyesuaian skala prioritas untuk memastikan kenyamanan para atlet yang datang, terutama saat pelatihan atau kejuaraan tingkat provinsi dan nasional digelar di Samarinda.
Tak hanya soal fisik bangunan, keterbatasan personel pengelola juga menjadi hambatan tersendiri. Kompleks kawasan olahraga yang cukup luas, seperti GOR Kadrie Oening, asrama, hingga area panjat tebing, masih ditangani oleh jumlah tenaga yang relatif minim.
“Beban kerjanya besar. Kami ingin semua fasilitas terkelola dengan baik, tapi SDM nya memang masih kurang,” tambahnya.
Dispora Kaltim kini tengah menyusun strategi untuk mendorong perubahan kelembagaan agar UPTD PPO bisa memiliki fleksibilitas pengelolaan anggaran. Transformasi ke arah BLUD disebut menjadi opsi realistis agar operasional dan perawatan fasilitas lebih berdaya.
“Kalau UPTD kami bisa menjadi BLUD, tentu pengelolaan akan jauh lebih efektif dan mandiri. Itu akan berdampak besar untuk pelayanan terhadap atlet,” tutup Junaidi. (Adv).

