Portalikn.id, Samarinda – Menjelang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menekankan pentingnya pembaruan metode latihan bagi cabang olahraga panahan. Dispora meminta Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim untuk meninggalkan pola latihan konvensional dan mulai mengintegrasikan teknologi berbasis digital demi peningkatan kualitas pembinaan atlet.
Kepala Bidang Pengembangan Prestasi Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyampaikan bahwa di era sekarang, latihan tidak lagi bisa mengandalkan perkiraan semata. Menurutnya, penggunaan alat modern yang mampu mengukur variabel seperti kecepatan angin dan tekanan lingkungan secara akurat akan sangat membantu atlet dalam menyiapkan teknik dengan lebih ilmiah.
“Sekarang eranya data dan presisi. Kalau dulu hanya menebak-nebak, sekarang kita bisa ukur semua kondisi yang memengaruhi hasil tembakan,” ujar Rasman. (27/06/2025)
penggunaan sensor digital yang mampu membaca situasi lapangan secara real-time, perangkat simulasi komputer untuk memodelkan kondisi cuaca yang berbeda, serta sistem analisis performa yang membantu pelatih merumuskan strategi latihan lebih tepat sasaran.
“Dengan anemometer digital dan sistem pelacakan performa, pelatih bisa memberikan masukan berbasis data. Atlet pun bisa langsung menyesuaikan gaya bidiknya dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.
Rasman menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar untuk meningkatkan peluang meraih medali pada POPNAS 2025, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memajukan olahraga panahan di Kalimantan Timur. Menurutnya, pendekatan berbasis teknologi akan meningkatkan konsistensi performa atlet, memudahkan evaluasi, dan membangun mental kompetitif yang lebih siap menghadapi level nasional.
“Kita ingin atlet panahan Kaltim bukan hanya kuat fisik, tapi juga unggul secara teknis, dengan pola latihan yang modern dan terukur,” tutup Rasman. (Adv).

