Portalikn.id, Samarinda – Setelah pemerintah pusat secara resmi mengakhiri program Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Dispora Kalimantan Timur bergerak cepat dengan memperkuat Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA). Program ini kini menjadi garda depan dalam melahirkan atlet-atlet muda unggulan dari daerah.
Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, menyebut SPOBDA sebagai solusi strategis atas kekosongan pembinaan pasca DBON. Pendekatannya pun lebih menyeluruh dan berorientasi jangka panjang.
“SPOBDA kami siapkan sebagai sistem pembinaan baru yang menyatukan aspek teknis, psikologis, nutrisi, dan pendidikan. Tujuannya agar atlet tidak hanya berprestasi di lapangan, tapi juga siap secara mental dan akademik,” terang Rasman. (24/06/2025)
Tujuh Cabor Prioritas, Renang Menyusul
Saat ini, program SPOBDA menaungi tujuh cabang olahraga unggulan, yaitu karate, pencak silat, panahan, menembak, balap sepeda, taekwondo, dan atletik. Pemilihan cabor tersebut didasarkan pada potensi medali dan perkembangan atlet di Kaltim selama beberapa tahun terakhir.
Dispora Kaltim juga telah mencatat 75 atlet muda yang tergabung dalam pelatihan intensif SPOBDA. Mereka mengikuti program rutin yang dikembangkan untuk meningkatkan performa secara bertahap dan terukur.
Tidak berhenti di situ, Dispora tengah membuka peluang untuk menambah cabor baru. Renang menjadi salah satu yang sedang dikaji, mengingat potensinya yang besar dan sejalan dengan arahan Gubernur Kaltim untuk memperluas cakupan pembinaan.
“Kami melihat renang punya prospek kuat untuk dikembangkan. Ini bagian dari komitmen kami agar pembinaan tidak stagnan dan selalu adaptif dengan kebutuhan daerah,” lanjutnya.
Kaltim Targetkan Lahirkan Atlet Tangguh Lewat SPOBDA
Berbeda dengan pendekatan top-down DBON, SPOBDA mengusung pembinaan berbasis daerah yang lebih fleksibel, berjenjang, dan terintegrasi, serta mengedepankan kolaborasi antar stakeholder olahraga di tingkat lokal.
“Dengan SPOBDA, kami ingin melahirkan atlet yang siap bersaing di level nasional bahkan internasional, tapi tetap kuat dari sisi karakter dan pendidikan,” tutup Rasman. (Adv).

