Portalikn.id, Samarinda – Upaya pelestarian budaya daerah terus digalakkan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur. Salah satu langkah strategis yang tengah dikaji adalah mendorong agar olahraga tradisional dapat menjadi bagian dari kegiatan pembelajaran di sekolah.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, A.A Bagus Surya Saputra Sugiarta, menyebut bahwa saat ini pihaknya tengah memetakan regulasi yang memungkinkan olahraga tradisional masuk dalam sistem pendidikan, baik sebagai mata pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.
“Kami sedang telaah secara mendalam, bagaimana caranya agar setidaknya satu jenis olahraga tradisional bisa menjadi bagian dari kurikulum sekolah,” kata Bagus.(20/06/2025)
Menurutnya, mewujudkan hal tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor. Dispora Kaltim pun telah menjalin komunikasi intensif dengan instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan, guna membangun kerangka kerja yang sesuai aturan.
“Ini tidak bisa Dispora lakukan sendiri. Kami butuh masukan dan dukungan dari instansi pendidikan agar bisa jalan,” ujarnya.
Bagus menambahkan, meski belum ada kepastian skema yang akan digunakan, baik jalur pembelajaran formal maupun ekstrakurikuler masih terbuka sebagai opsi. Tujuannya tetap sama, yakni memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan olahraga tradisional.
“Kami terbuka dengan berbagai kemungkinan. Yang penting, olahraga tradisional bisa mendapat tempat yang layak di sekolah,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses ini tidak akan berjalan cepat. Diperlukan ketelitian dalam membaca regulasi, sekaligus membangun komitmen bersama antarinstansi.
“Ini proses panjang, tapi potensinya sangat besar. Kami yakin ini bisa jadi salah satu cara menjaga budaya kita tetap hidup di tengah generasi muda,” tutup Bagus. (Adv).

