Portalikn.id, Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang masih sangat terbatas di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Dari keseluruhan wilayah yang luas, hanya sekitar 18 kilometer jalan yang sudah beraspal, sementara sebagian besar jalan di daerah tersebut masih berupa tanah atau setapak.
“Bayangkan, dari seluruh kawasan Mahulu yang luas, baru 18 kilometer yang sudah beraspal. Sementara sisanya, terutama yang mendekati wilayah perbatasan, masih berupa jalan tanah atau setapak,” ungkap Hasanuddin. (04/06/2025)
Kondisi ini dianggap sangat memprihatinkan karena Mahulu merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Di beberapa titik, jarak antarpermukiman hanya sekitar 5 kilometer dari garis perbatasan, namun belum memiliki akses jalan yang memadai.
Hasanuddin menilai pembangunan infrastruktur di Mahulu jauh tertinggal dibandingkan daerah perbatasan lain, seperti di Kalimantan Barat yang sudah memiliki terminal perbatasan dan jaringan jalan yang baik.
“Kita butuh terminal perbatasan seperti yang ada di Kalbar. Ini penting sebagai pintu masuk aktivitas ekonomi lintas negara,” tambahnya.
Menurut Ketua DPRD Kaltim ini, tanpa akses jalan yang memadai, sektor-sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal di Mahulu akan terus mengalami hambatan. Ia mendorong agar pembangunan jalan menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran provinsi mendatang.
Selain mempermudah mobilitas warga, keberadaan jalan yang layak juga penting untuk memperkuat pengawasan wilayah perbatasan negara. Hasanuddin menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Mahulu bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga kedaulatan wilayah.
“Kalau jalan tidak dibangun, Mahulu akan terus tertinggal. Padahal potensinya luar biasa. Kita jangan sampai kehilangan peluang hanya karena aksesnya tidak dibuka,” ujarnya.
Hasanuddin juga meminta agar Pemerintah Provinsi Kaltim aktif mengajukan program pembangunan infrastruktur di Mahulu kepada pemerintah pusat. Kolaborasi antara daerah dan pusat dinilai sangat penting untuk mengejar ketertinggalan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Kami di DPRD siap mendukung jika ada pengajuan anggaran untuk pembangunan jalan di Mahulu. Ini soal keadilan pembangunan dan komitmen menjaga wilayah terluar Kalimantan Timur,” tegasnya. (Adv).

