Portalikn.id, Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, kembali menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi di tingkat lokal. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-5 yang berlangsung di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kota Samarinda.
Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan, Darlis menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat, khususnya kalangan muda, dalam mengawal proses-proses demokrasi. Ia menyatakan bahwa minimnya keterlibatan publik dalam menyuarakan aspirasi dapat berujung pada lahirnya kebijakan yang tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Demokrasi itu bukan hanya soal datang ke TPS saat pemilu. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita terlibat dalam proses-proses kebijakan yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari,” ujar legislator dari Fraksi PAN ini.
Menurut Darlis, pemuda memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan arah kebijakan publik yang inklusif. Ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif dalam berbagai forum musyawarah, diskusi publik, dan bahkan ikut serta dalam struktur pengambilan keputusan—baik melalui organisasi masyarakat maupun jalur politik.
“Kita butuh suara anak muda dalam ruang-ruang kebijakan. Jangan sampai anak muda hanya jadi penonton dalam proses yang akan menentukan masa depan mereka sendiri,” tegasnya.
Darlis juga menekankan pentingnya peningkatan literasi politik di kalangan pemuda. Ia menilai masih banyak generasi muda yang belum memahami proses legislasi maupun peran lembaga perwakilan rakyat, sehingga banyak kebijakan strategis luput dari pengawasan publik.
Kegiatan PDD ini merupakan bagian dari agenda rutin DPRD Kalimantan Timur dalam menjaring aspirasi masyarakat serta memperkuat pendidikan demokrasi, khususnya bagi pemilih muda. Melalui forum semacam ini, diharapkan akan tumbuh kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan daerah.
“Kalau kita ingin perubahan, maka kita harus ikut menjadi bagian dari proses itu. Pemuda punya potensi besar untuk mendorong reformasi yang nyata, bukan sekadar slogan,” pungkas Darlis. (Adv).

