Portalikn.id, Samarinda –DPRD Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk mengatasi persoalan klasik dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang kerap menjadi sorotan masyarakat setiap tahunnya.
Fokus perhatian kali ini tertuju pada ketimpangan kualitas pendidikan di Kota Samarinda yang memicu penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah favorit.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Baba, menilai bahwa masalah utama bukan terletak pada keterbatasan daya tampung sekolah, melainkan pada kecenderungan siswa memilih sekolah unggulan tertentu. Hal ini, menurutnya, mencerminkan ketidakmerataan mutu pendidikan antar sekolah. (10/05/2025)
“Di Samarinda, sebenarnya daya tampung sekolah sudah mencukupi. Persoalannya adalah siswa cenderung memilih sekolah-sekolah tertentu saja. Ini indikasi adanya ketimpangan kualitas pendidikan antar sekolah,” ujar Baba.
Ia menekankan bahwa jika kualitas seluruh sekolah di Samarinda dapat disetarakan, maka fenomena penumpukan pendaftar di beberapa sekolah unggulan bisa dihindari. Karena itu, Baba mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera merealisasikan program pemerataan mutu pendidikan.
“Kita ingin Pemprov lebih fokus pada upaya pemerataan kualitas pendidikan di seluruh sekolah di Samarinda. Dengan begitu, orang tua dan siswa tidak lagi terpaku pada label sekolah favorit. Semua sekolah bisa menjadi pilihan yang menarik,” jelasnya.
Baba juga mendesak Pemprov Kaltim untuk mempercepat pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Ia berharap langkah ini mampu menghapus disparitas kualitas antar sekolah dan memastikan daya tampung siswa dapat terdistribusi secara lebih merata. (Adv).

