Portalikn.id, Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyatakan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program Pendidikan Gratis (Gratispol), salah satu program prioritas dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim terpilih, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.
Menurut Ananda, Gratispol merupakan terobosan penting dalam upaya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu. Ia menilai, kebijakan ini selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang kini tengah difinalisasi.
“Gratispol adalah bentuk investasi pemerintah untuk masa depan generasi muda Kaltim. Kami mendukung penuh kebijakan ini, tapi tentu pelaksanaannya perlu dikawal agar tepat sasaran,” ujarnya. (10/05/2025)
Namun, di tengah dukungan tersebut, Ananda tak menutup mata terhadap polemik yang berkembang, terutama terkait batas usia penerima beasiswa. Dalam program ini, ditetapkan batas usia maksimal 21 tahun untuk jenjang S1, 35 tahun untuk S2, dan 40 tahun untuk S3. Sejumlah pihak menilai batasan ini terlalu ketat, khususnya untuk calon mahasiswa doktoral.
Menanggapi hal tersebut, Ananda mengajak semua pihak untuk memberi kesempatan program berjalan terlebih dahulu sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Kita lihat implementasinya dulu. Kalau ke depan ada hal yang perlu disesuaikan, termasuk soal usia, itu bisa dibicarakan kembali. Tidak harus kaku,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran untuk menjamin keberlangsungan program. DPRD, lanjutnya, saat ini tengah bekerja sama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam menyusun strategi fiskal agar program-program prioritas tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan keuangan.
“Ada beberapa penghematan di pos tertentu. Ini langkah realistis agar program-program utama bisa tetap jalan meski dalam kondisi fiskal terbatas,” tambahnya.
Ananda memastikan DPRD tidak akan lepas tangan dalam pelaksanaan Gratispol. Evaluasi berkala akan dilakukan guna memastikan program ini memberikan dampak nyata dan tidak berhenti sebagai janji politik semata.
“Kalau program ini berhasil, maka efeknya akan terasa dalam jangka panjang. Ini bukan soal kepentingan sesaat, tapi tentang memperkuat SDM Kaltim secara berkelanjutan,” tegasnya. (Adv).

